Konseliaktif bertanya/menjawab pertanyaan saat pelaksanaan layanan 5. Konseli disiplin mengikuti instruksi yang disepakati selama bimbingan klasikal 6. Kesesuaian pelaksanaan layanan dengan RPL 7. Alokasi waktu layanan sesuai rencana yang ditetapkan Jakarta, 4 Agustus 2022 Guru Bimbingan dan Konseling Mila Khairunnisa, S.Pd. ASASASAS BIMBINGAN DAN KONSELING. A. Asas Kerahasiaan Segala sesuatu yang dibicarakan klien kepada konselor tidak boleh disampaikan kepada orang lain, atau lebih-lebih hal atau keterangan yang tidak boleh atau tidak layak diketahui orang lain. Asas kerahasian ini merupakan asas kunci dalam usaha bimbingan dan konseling. Jika asas ini benar-benar dilaksanakan, maka penyelenggara atau pemberi d Menyampaikan tujuan layanan materi Bimbingan dan Konseling e. Menanayakan kesiapan kepada peserta didik B. Tahap Inti : a. Guru BK menayangkan media slide power point yang berhubungan dengan materi layanan b. Peserta didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan materi layanan c. Guru BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab POLA17 PLUS. 1. Wawasan Bimbingan dan Konseling. Pengetahuan Wawasan Bimbingan dan Konseling yang harus dimiliki oleh seorang konselor yaitu. a. Konsep Dasar bimbingan dan konseling. Dalam konsep dasar seorang konselor perlu memahami dan mendalami tentang: 1. perubahan dan perkembangan masyarakat; Demikianbahasan topik mengenai bimbingan kelompok, konseling kelompok, psikoterapi kelompok, dan konseling individu. Membantu memberikan pemahaman dan meluaskan pengetahuan pembaca adalah harapan kami selaku penyusun makalah ini. Kekurangan dari makalah ini adalah wajar sifatnya. Maka dari itu saran yang berkualitas kami terima dengan lapang dada. Mahasiswadapat mengetahui tentang Landasan Religius dalam bimbingan konseling. b. Mahasiswa dapat mengetahui pelaksanaan Landasan Religius dalam praktek sehari-hari. . Agama (Religion) berasal dari kata Latin "religio", berarti "tie-up". Dalam bahasa Inggris, Religion dapat diartikan "having engaged 'God' atau 'The Sacred Power'. sertaisu-isu etika dan hukum dalam penyelenggaraan dan penggunaan tes psikologi dalam bimbingan konseling. Kata kunci: etika; test psikologi; bimbingan konseling Pendahuluan Aktivitas layanan bimbingan dan konseling, termasuk di dalamnya layanan tes dan pengukuran, bukan merupakan sebuah kegiatan tanpa nilai atau kegiatan netral (Welfel dalam Pertanyaantentang asas asas bk. Asas yang menghendaki agar peserta didik klien yang menjadi sasaran layanankegiatan bersikap terbuka dan tidak berpura-pura baik dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. Amembantu individu agar tidak menghadapai masalah. Tujuan bimbingan dan konseling adalah dalam rangka : Pertanyaan tentang fungsi bimbingan konseling. Membantu Individu Menjaga Atau Mencegah Timbulnya. Landasanfilosofis merupakan landasan bimbingan konseling yang digunakan oleh konselor sebagai arahan dan dan juga asas pemahaman untuk memberikan layanan yang efektif dan efisien. Landasan ini memiliki ruang lingkup layanan yang didasarkan pada pertanyaan filsafat "Apakah manusia itu?" yang jawabannya adalah menjabarkan mengenai hakekat 54Prq. 0% found this document useful 0 votes181 views5 pagesDescriptionberisi tentang asas asas bimbingan dan konselingOriginal TitleAsas asas bimbingan konseling Copyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes181 views5 pagesAsas Asas Bimbingan KonselingOriginal TitleAsas asas bimbingan konseling Jump to Page You are on page 1of 5 ASAS-ASAS BIMBINGAN DAN KONSELINGA. Asas Kerahasiaan Segala sesuatu yang dibicarakan klien kepada konselor tidak boleh disampaikankepada orang lain, atau lebih-lebih hal atau keterangan yang tidak boleh atau tidak layak diketahui orang lain. Asas kerahasian ini merupakan asas kunci dalam usaha bimbingandan konseling. Jika asas ini benar-benar dilaksanakan, maka penyelenggara atau pemberi bimbingan akan mendapat keparcayaan dari semua pihak, terutama penerima bimbinganklien sehingga mereka akan mau memanfaatkan jasa bimbingan dan konseling dengansebaik-baiknya. Sebaliknya, jika konselor tidak dapat memegang asas kerahasiaandengan baik, maka hilanglah kepercayaan klien, sehingga akibatnya pelayanan bimbingan tidak dapat tempat di hati klien dan para calon klien, mereka takut untuk meminta bantuan, sebab khawatir masalah dan diri mereka akan menjadi bahangunjingan. B. Asas Kesukarelaan Proses bimbingan dan konseling harus berlangsung atas dasar kesukarelaan, baik dari pihak si terbimbing klien, maupun dari pihak konselor. !lien diharapkan secara suka danrela tanpa ragu-ragu ataupun merasa terpaksa, menyampaikan masalah yang dihadapinya,serta mengungkapkan segenap fakta, data, seluk-beluk berkenaan dengan masalahnya itukepada konselor, dan konselor hendaknya dapat memberikan bantuan dengan tidak terpaksa. C. Asas Keterbukaan "alam pelaksanaan bimbingan konseling sangat diperlukan suasana keterbukaan, baik dari konselor maupun klien. !eterbukaan ini bukan sekedar bersedia menerima saran-saran dari luar, malahan lebih dari itu, diharapkan masing-masing pihak yang bersangkutan bersedia membuka diri untuk kepentingan pemecahan masalah . ndi$iduyang membutuhkan bimbingan diharapkan dapat berbicara sejujur mungkin dan berterusterang tentang dirinya sendiri sehingga dengan keterbukaan ini penelaah serta pengkajian berbagi kekuatan dan kelemahan si terbimbing dapat dilaksanakan. !eterbukaan disini ditinjau dari dua arah. "ari pihak klien diharapkan pertama-tamamau membuka diri sendiri sehingga apa yang ada pada dirinya dapat diketahui oleh konselor, dan kedua mau membuka diri dalam arti mau menerima saran-saran danmasukan lainnya dari pihak luar. "ari pihak konselor, keterbukaan terwujud dengankesediaan konselor menjawab pertanyaan klien dan mengungkapkan diri konselor sendiri jika hal itu memang dikehendaki oleh klien. "alam hubungan yang seperti itu, masing-masing pihak bersifat transparan terbuka terhadap pihak lainnya. D. Asas Kekinian %asalah indi$idu yang ditanggulangi ialah masalah-masalah yang sedang dirasakan bukan masalah yang sudah lampau, dan juga bukan masalah yang mungkin akan dialamidimasa yang akan datang. Apabila ada hal-hal tertentu yang menyangkut masa lampauatau masa yang akan datang yang perlu dibahas dalam upaya bimbingan yang sedangdiselenggarakan itu, pembahasan tersebut hanyalah merupakan latar belakang atau latar depan dari masalah yang dihadapi sekarang, sehingga masalah yang sedang dialami dapatterelesaikan. Asas kekinian juga mengandung pengertian bahwa konselor tidak boleh menunda-nunda pemberian bantuan. Jika diminta bantuan oleh klien atau jelas-jelas terlihatmisalnya adanya siswa yang mengalami masalah, maka konselor hendaklah segeramemberikan bantuan. !onselor tidak selayaknya menunda-nunda memberi bantuandengan berbagai dalih. "ia harus mendahulukan kepentingan klien daripada yang dia benar-benar memiliki alasan yang kuat untuk tidak memberikan bentuannya kini,maka dia harus dapat mempertanggungjawabkan bahwa penundaan yang dilakukan itu justru untuk kepentingan klien. E. Asas Kemandirian Pelayanan bimbingan dan konseling bertujuan menjadikan si terbimbing dapat berdirisendiri, tidak tergantung pada orang lain atau tergantung pada konselor. ndi$idu yangdibimbing setelah dibantu diharapkan dapat mandiri dengan ciri-ciri pokok mampu & '. %ampu mengenal diri sendiri dan lingkungan sebagaimana adanya. %enerima diri sendiri dan lingkungan secara positif dan dinamis. %engambil keputusan untuk dan oleh diri sendiri*. %engarahkaan diri sesuai dengan keputusan itu +. %ewujudkan diri secara optimal sesuai dengan potensi, minat dan kemampuan-kemampuan yang dimilikinya F. Asas Keiatan saha bimbingan dan konseling tidak akan memberikan buah yang berarti bila klientidak melakukan sendiri kegiatan dalam mencapat tujuan bimbingan dan konseling. asilusaha bimbingan dan konseling tidak akan tercapai denga sendirinya, melankan harusdengan kerja giat dari klien sendiri. !onselor hendaklah membangkitkan semangat kliensehingga ia mampu dan mau melaksanakan kegiatan yang diperlukan dalam penyelesaianmasalah yang menjadi pokok pembicaraan dalam konseling. Asas ini merujuk pada pola konseling multidimensional yang tidak hanyamengandalkan transaksi $erbal antara klien dan konselor. "alam konseling yang berdimensi $erbalpun asas kegiatan masih harus terselenggara, yaitu klien aktif menjalani proses konseling dan aktif pula melaksankan/menerapkan hasil-hasilkonseling. G. Asas Kedinamisan saha pelayanan bimbingan dan konseling menghendaki perubahan pada diri klien,yaitu perubahan tingkah laku kearah yang lebih baik. Perubahan itu tidaklah sekedar mengulang hal yang lama, yang bersifat monoton, melainkan perubahan yang selalumenuju kesuatu pembaharuan, sesuatu yang lebih maju,dinamis sesuai dengan arah perkembangan klien yang dikehendaki. Asas kedinamisan mengacu pada hal-hal baruyang hendaknya terdapat pada dan menjadi ciri-ciri dari proses konseling dan hasil-hasilnya. !. Asas Keter"aduan Pelayanan bimbingan dan konseling berusaha memadukan berbagai aspek kepribadianklien. ndi$idu memiliki berbagai aspek kepribadian yang kalau keduanya tidak seimbang,serasi dan terpadu justru akan menimbulkan masalah. ntuk terselenggaranya asasketerpaduan konselor perlu memiliki wawasan yang luas tentang perkembangan klien danaspek-aspek lingkungan klien, serta berbagai keadaan serasi dan saling menunjang dalamupaya bimbingan dan konseling. I. Asas Kenrmati$an Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Assalamu'alaikum Warohmatullahi disini saya akan membahas tentang asas-asas dalam Bimbingan Konseling, sebelum masuk pada inti dari pembahasan, kita harus tau dulu apa sih pengertian asas itu ?? Definisi asas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, adalah dasar sesuatu yang menjadi tumpuan berpikir atau berpendapat; pada - nya, saya setuju dengan pendapat Saudara; dasar cita-cita perkumpulan atau organisasi sebelum memasuki suatu organisasi, kita harus tahu - dan tujuannya; hukum dasar tindakannya itu melanggar - definisi asas menurut para Ahli adalah dasar atau hukum dasar. Jadi asas adalah prinsip dasar yang menjadi acuan berpikir seseorang dalam mengambil keputusan-keputusan yang penting dalam yang tau ngga sih asas-asas dalam Bimbingan Konseling itu apa saja ?? pasti ada yang bertanya-tanya apa sih ?? hehe. Nah, asas dalam Bimbingan Konseling ada beberapa macam, diantaranya sebagai berikut. Asas Kerahasiaan confidential; yaitu asas yang menuntut dirahasiakannya segenap data dan keterangan peserta didik klien yang menjadi sasaran layanan, yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui orang lain. Dalam hal ini, guru pembimbing konselor berkewajiban memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. Contoh konseling memiliki masalah telah diperkosa, rahasia ini harus dijaga oleh konselor dan tidak boleh sampai bocor. Asas Kesukarelaan; yaitu asas yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik klien mengikuti/ menjalani layanan/kegiatan yang diperuntukkan baginya. Guru Pembimbing konselor berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan seperti itu. Contoh konseling sakit hati karena dikirim oleh waka kesiswaan ke bk, dalam hal ini konseling masih dalam keadaan terpaksa, dan sebisa mungkin sebelum proses konseling, konseling ini harus sukarela dulu mau di konseling, ridak boleh terpaksa. Konselornya pun harus Keterbukaan; yaitu asas yang menghendaki agar peserta didik klien yang menjadi sasaran layanan/kegiatan bersikap terbuka dan tidak berpura-pura, baik dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. Guru pembimbing konselor berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik klien. Agar peserta didik klien mau terbuka, guru pembimbing konselor terlebih dahulu bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. Asas keterbukaan ini bertalian erat dengan asas kerahasiaan dan dan kekarelaan. Contoh konseling yang punya masalah teraniaya harus jujur mengatakan bahwa dia teraniaya tidak berbohong mengalami masalah Kegiatan; yaitu asas yang menghendaki agar peserta didik klien yang menjadi sasaran layanan dapat berpartisipasi aktif di dalam penyelenggaraan/kegiatan bimbingan. Guru Pembimbing konselor perlu mendorong dan memotivasi peserta didik untuk dapat aktif dalam setiap layanan/kegiatan yang diberikan kepadanya. Contoh konseling aktif menjawab pertanyaan dari konselor, melaksanakan konseling dengan aktif, dan konseling melaksanakan hasil konselingAsas Kemandirian; yaitu asas yang menunjukkan pada tujuan umum bimbingan dan konseling; yaitu peserta didik klien sebagai sasaran layanan/kegiatan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi individu-individu yang mandiri, dengan ciri-ciri mengenal diri sendiri dan lingkungannya, mampu mengambil keputusan, mengarahkan, serta mewujudkan diri sendiri. Guru Pembimbing konselor hendaknya mampu mengarahkan segenap layanan bimbingan dan konseling bagi berkembangnya kemandirian peserta didik. Contoh konseling yang mengalami masalah broken home, setelah proses konseling dapat mengatasi masalahnya sendiri, bisa mengambil keputusan, apa yang harus dia lakukan, dapat mengenal lingkungan. Asas Kekinian; yaitu asas yang menghendaki agar obyek sasaran layanan bimbingan dan konseling yakni permasalahan yang dihadapi peserta didik/klien dalam kondisi sekarang. Kondisi masa lampau dan masa depan dilihat sebagai dampak dan memiliki keterkaitan dengan apa yang ada dan diperbuat peserta didik klien pada saat sekarang. Contoh misalnya konseling saat ini mengalami masalah kesulitan belajar, ya masalah konseling sekaranglah yang dibahas kesulitan belajar bukan menyelesaikan masalah konseling yang telah Kedinamisan; yaitu asas yang menghendaki agar isi layanan terhadap sasaran layanan peserta didik/klien hendaknya selalu bergerak maju, tidak monoton, dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. Contoh konseling yang mengalami masalah sering tidur saat pelajaran, setelah proses konseling, konseling dapat berubah kearah yang lebih baik. tidak lagi tidur di kelasAsas Keterpaduan; yaitu asas yang menghendaki agar berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling, baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain, saling menunjang, harmonis dan terpadukan. Dalam hal ini, kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak yang terkait dengan bimbingan dan konseling menjadi amat penting dan harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Contoh memadukan lingkungan, keluarga, pergaulan konseling dengan masalah konseling. 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Dalam melaksanakan suatu kegiatan, diperlukan suatu landasan dasar atau asas yang dijadikan sebagai dasar pertimbangan kegiatan tersebut dilaksanakan. Hal tersebut juga berlaku pada kegiatan dan layanan bimbingan dan konseling, selain terdapat prinsip-prinsip dan tujuan, didalamnya terdapat asas-asas sebagai pedoman dalam menyelenggarakan kegiatan bimbingan dan konseling. Lalu, sebenarnya apa saja asas-asas dari bimbingan dan konseling?Maka, artikel ini akan membahas secara lebih rinci terkait asas-asas dari bimbingan dan beberapa referensi, dalam melakukan layanan bimbingan dan konseling terdapat beberapa asas sebagai dasar pertimbangan. Adapun asas-asas tersebut diantaranya 1. Asas Kerahasiaan Asas kerahasiaan adalah salah satu asas bimbingan dan konseling yang mengharuskan untuk merahasiakan terkait keterangan ataupun data konseli yang menjadi sasaran layanan bimbingan dan konseling. Asas ini merupakan asas yang harus dipelihara dan dijaga oleh konselor sehingga keterangan dan data konseli dapat terjamin kerahasiaannya. Asas ini juga merupakan kunci yang menciptakan rasa aman pada diri konseli karena keterangan dan datanya tidak diketahui orang Asas KesukarelaanKegiatan bimbingan dan konseling tidak termasuk dalam kegiatan yang memaksa. Kegiatan tersebut bersifat membantu sebagai aktifitas layanan. Apabila antara konseli dan konselor dalam menjalani proses konseling tercipta perasaan berupa kerelaan dan kesukaan, maka kerjasama demokratis akan Asas Keterbukaan Dalam asas bimbingan dan konseling ini, konseli diharapkan dapat memiliki sifat yang menjauhi kepura-puraan dan terbuka terhadap konselor, misalnya dalam hal menerima informasi dari luar ataupun memberikan data yang dibutuuhkan dalam proses konseling. Dalam rangka membuat konseli memiliki sifat terbuka, maka konselor harusnya mulai mengembangkan sikap tersebut dalam dirinya yang mana konselor memiliki sifat tidak pura-pura dan terbuka terlebih dahulu. Hal tersebut mendorong konseli untuk melakukan hal yang sama. Asas ini berkaitaan dengan terbentuknya asas sebelumnya, yaitu asas kesukarelaan dan asas kerahasiaan pada sasaran layanan bimbingan dan konseling yang dalam hal ini adalah Asas Kegiatan 1 2 3 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya